RSS

Lolo …. oh …. Lolo

18 Apr

Alkisah …. Pada sebuah negeri yang gemah ripah loh jinawi yang terletak di ujung bumi …terjadi sebuah percakapan yang dilakukan oleh sekelompok wanita tentang sebuah tas … sebut saja merek Lolo.

Tas Lolo ini ‘sangat mahal’ dan mampu menaikkan gengsi para pemakainya yang tiba-tiba bisa membuat pemakainya ‘ditemani’ atau ‘diterima’ dalam sebuah kelompok sosial tertentu. Hebat sekali kemampuan tas yang warna-warni asli bikinan negerinya Mr Bean. Disainnya pun mirip tas selempang yang dipakai oleh para postman atau papperboys.

Buat para wanita yang tidak mengenal/baru tahu tas Lolo ini pun bisa disebut kelompok yang ‘gagap update fashion’. Gaa…gaul!

Ketika seorang wanita yang ‘ga gaul’ ini bertanya apa nama websitenya untuk ‘website window shopping’ untuk tambah wawasan biar jadi ‘gaul fashion’, dia pun terperangah atas jawabannya, yaitu : “Tas itu mahal-mahal looo!”.

Helowww … jaka sembung bawa golok …. sang penanya pun terkekeh dalam hati ‘mentertawai’ sang pejawab ….. karena tidak nyambung …. ditanya apa…dijawab apa …. sambil memandangi si penjawab yang asyik mengelus-elus tas Lolo itu lalu beralih mengamati penampilan dirinya sendiri …. Yaaa … panteslah dijawab begitu…wong si penanya saat bertemu dengannya hanya membawa tas berbahan blacu dengan tulisan merek perusahaan tertentu alias goodie bag yang biasa dibagikan perusahaan saat pameran. Si penanya pun ‘tahu diri’ atas sikap si penjawab yang saat mengatakan hal itu bola matanya bergerak ‘menilai’ si penanya dari atas ke bawah…bawah ke atas.

Oh …. dunia …. ternyata begitu ampuhnya tas tersebut.

Padahal…. apa yang ada di dalam tas tersebut belum tentu seperti yang terlihat di luarnya. Si penanya pun mengintip isi tas blacunya …. tergolek kamera Leica yang menemaninya selalu dalam menjumput rejeki sebuah tulisan. Video camera Sony seri terbaru dan Vaio tipis notebook. Samar-samar terdengar kicauan para pemilik tas Lolo yang diiringi gelak tawa ….

“Gilee… suami gue mendelik…kartu kreditnya kepake banyak”.

“Waduh ….bisa-bisa gue ga shopping lagi nih bulan depan. Duit dari laki gue kepake buat beli tas ini!”

“Ah…. rayu aja laki elu dengan ‘servis’ terhebat. Masak ga lumer ngasih tas keren. Atau, bilang aja sekarang apa-apa mahal…kan lumayan elo bisa nyisihin duit buat beli tas. Usaha bowwww….”

Si penanya pun asyik mengamati satu persatu wajah wanita tersebut dari balik gelas cappuccino yang sedang diminumnya perlahan. Dan diapun cuma bias bilang dalam hati : “Ah, ternyata lo coma segitu doang. Bokisin suami tercinta demi dibilang gaul dan bergengsi”.

Pantes kelak neraka didominasi perempuan.

 
Leave a comment

Posted by on 2014/04/18 in Cerita Saya, My Personal Life

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Tio

Just wanna share my experience

%d bloggers like this: