RSS

Bahagia banget jadi hewan peliharaan :)

04 May
Image

source : google

Bahagianya hewan peliharaan manusia, seperti kucing atau anjing hidup di Swedia. Siapapun tidak akan pernah bisa mendapatkan dan melihat anjing atau kucing berkeliaran liar hidup di sudut-sudut jalan atau kawasan terbuka di Swedia. Mereka hidup tenang dan sejahtera karena pasti ada yang memiliki atau merawatnya.

Hak asasi mereka pun sangat diperhatikan dan dilindungi oleh hukum dan undang-undang yang berlaku. Bagi pelanggarnya, yakni pemilik hewan tersebut yang melakukan tindakan penganiyayaan atau penelantaran akan kena sanksi hukum, mulai dari denda, wajib lapor sampai penjara. Hal yang sama berlaku untuk para pelaku bisnis semacam penitipan hewan jika tidak mampu memberikan tempat dan layanan yang layak buat hewan-hewan tersebut. Kita pun bisa melapor ke pihak berwajib jika melihat ada hewan yang tersiksa atau ditinggal berjam-jam di rumah.

Ada ketentuan yang wajib dipatuhi oleh para pemilik hewan peliharaan, tidak boleh meninggalkan kucing atau anjingnya di rumah lebih dari 1 jam tanpa pengawasan sekalipun sudah disediakan makan atau minumnya. Intinya, keputusan untuk memiliki dan merawat hewan peliharaan itu membutuhkan komitmen serius selaiknya untuk memiliki dan merawat anak manusia.

Para pemilik hewan peliharaan harus paham akan konsekuensi hak dan kewajiban hewan peliharaannya, mulai dari makan, minum, kesehatan dan akitivitas demi kebahagiaan hewan tersebut. Hewan tersebut dipelihara bukan hanya untuk sebagai kawan pelepas penat dan teman saat sepi. Oh…seandainya…semua negara di dunia ini seperti Swedia dalam memandang hak asasi hewan. Pastinya, banyak hewan yang bahagia di dunia ini.

Contohnya cerita ini…

Dua hari lalu, sepulang saya bekerja, saya mampir ke sebuah departemen store terkenal bernama Åhlens di kawasan Sergel Torg, Stockholm. Tiba-tiba terdengar suara pengumuman yang menjelaskan ada sebuah anjing yang ‘kehilangan’ dan menunggu tuannya di lantai bawah dekat pintu masuk yang menghadap stasiun kereta bawah tanah. Laiknya pengumuman anak hilang atau terpisah dari papa mamanya. Tentu, bukan si anjing yang melapor ke satpam toko, namun seseorang yang memperhatikan kalau ada anjing yang terikat ‘cukup lama’ dekat pintu masuk toko tersebut.

Pengumuman itu tentu menarik perhatian banyak pengunjung yang akhirnya mengelilingi anjing itu sambil berusaha mengelus-elus untuk menghiburnya. Saya pun tidak tega karena anjing itu seperti mengeluarkan suara ‘tangis’. Tampaknya, pengumuman yang saya dengar itu adalah pengumuman yang kedua kalinya. Artinya anjing itu sudah terlalu lama ditinggalkan di luar. Satpam pun memanggil polisi yang sedang bertugas di kawasan pusat keramaian Stockholm tersebut. Mereka pun memperlakukan anjing ini bagaikan anak kecil yang kehilangan orangtuanya.

Ada sepasang lanjut usia yang melihat kejadian tersebut berminat ‘mengadopsi’ anjing tersebut jika tidak ditemukan tuannya. Hal yang sama dilakukan oleh seorang wanita muda usia 25 tahun-an. Hal ini terlihat dari percakapan mereka dengan satpam toko dan polisi. Pihak yang berwajib pun menjelaskan kepada mereka, jika ingin mengadopsi anjing itu, baru bisa dilakukan setelah dilakukan proses di kantor polisi terdekat. Artinya, untuk sementara si anjing di bawah pengawasan pihak yang berwajib atau negara, diproses, baru diserahkan ke pihak yang berminat. Artinya, sang pemilik awal tetap akan diproses kenapa menelantarkannya dan dikenakan sanksi (dilihat seberapa besar kesalahannya, red). Jika ditemukan ada pelanggaran besar, maka si anjing  diambil alih kepemilikannya oleh Negara dan si pemilik awal kehilangan haknya.

Latar belakang saya sebagai wartawan yang selalu ingin tahu, bertanya detil seandainya saya ingin mengadopsinya ke bapak polisi yang ada di tempat kejadian sambil ikutan mengelus-elus anjing tersebut.

Walhasil, ada pengumuman ketiga kalinya dan tiba-tiba ada seorang anak muda pria yang berlari tergopoh-gopoh menghampiri anjing tersebut. Tangannya penuh dengan belanjaan groceries yang dibeli di pasar swalayan yang terletak di Åhlens. Tampang mahasiswa dan terpelajar, Anjing tersebut pun girang dan melonjak-lonjak kesenangan menyambut kedatangan tuannya. Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut bisa bernafas lega.

Namun, tetap saja si anak muda ditegur keras oleh polisi yang memberikan kertas semacam tilang karena meninggalkan anjingnya terlalu lama di luar area pertokoan sekalipun dia sudah menjelaskan alasannya. Ketidaksengajaan yang tetap membuahkan konsekuensi yang tidak menyenangkan. Saat ditegur itupun, tampaknya sang anjing sudah melupakan kejadian tersebut dan tetap melonjak-lonjak berusaha menciumi tuannya dengan ekor yang mengibas-kibas kencang.

Saya pun senang dan lega melihatnya. Tapi, kasihan juga si anak muda itu. Mungkin kalau dia ditegur polisi atas tindakannya itu, tidak seberapa dibandingkan ‘diomeli panjang pendek’ alias diceramahi oleh pasangan opa-oma yang melihat dan melaporkan kejadian pertama kali. Yup..pasangan lansia pun turut menasihati anak muda tersebut dengan gemasnya.  Kebayang deh diomeli opa-opa atau oma-oma….kebayang panasnya kuping si anak muda itu … hehehe…

Life is a wonderful  :)

 
Leave a comment

Posted by on 2013/05/04 in Cerita Saya, Me and Sweden

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Tio

Just wanna share my experience

%d bloggers like this: