RSS

Pluralisme Menurut Saya

29 Oct

source : google

Teringat pada suatu malam, saat saya datang ke launching buku seorang tokoh ternama Indonesia hampir 4 tahun lalu…sekalian ada ajakan untuk ikutan gerakan peduli pluralisme…dengan alasan tertentu..saya tidak tanda tangan di selembar kertas yang menyatakan keikutsertaan pada gerakan tersebut…namun bukan berarti saya anti pluralisme karena bagi saya pluralisme itu sudah seharusnya terjadi , dijalani, dan dipahami di muka bumi ini karena memang Tuhan saja menciptakan keragaman..apalagi Indonesia punya semangat Bhineka Tunggal Ika…

Eh…yang nyodorin kertas aja bisa terima alasan yang saya sampaikan…tiba-tiba ada seorang pria yang berdiri di samping saya langsung menceramahi dengan berbagai pengertian pluralisme dan menjudge aku macam-macam…yang anti pluralisme lah..bla..bla…hanya karena saya terlihat di matanya tidak ikut tanda tangan dalam selembar kertas gerakan kepedulian itu…

Ups..apa-apaan nih…langsung saja saya jawab ‘ceramah’ orang itu dengan senyum…saya bilang begini : “Wah, Bapak katanya mendukung pluralisme? Kok, saat ada orang yang tidak turut serta tanda tangan seperti Bapak, Bapak langsung keqi sendiri. Tahu ga, pak? Pengertian pluralisme di benak saya yang orang awam ini, artinya kan belajar menerima perbedaan dan berdamai dengan perbedaan yang ada. Dengan sikap Bapak seperti ini. berarti Bapak tidak siap menerima perbedaan. Emang kenapa, kalau saya tidak tanda tangan? Kok, maksa sih?”.

Bapak itu langsung terdiam dan ekspresinya makin keqi dengan jawaban saya. Sebelum lebih jauh dia membuka mulutnya, saya langsung pergi.

Duh…sok tahu banget sih orang itu…masalahnya…ngomongnya agak keras..setidaknya di sekitar saya juga mendengarnya dan menoleh ke saya…

Kalaupun saya memang tidak peduli dengan Gerakan Pluralisme, tidak seharusnya pula dia bersikap seperti itu…

Bagi saya, kepedulian itu lebih dari sekedar tanda tangan…tapi hati dan tindakan nyata yang tercermin dalam perilaku sehari-hari….

Sekarang tanya pada diri sendiri deh, apa benar kita sudah paham pluralisme itu? Semakin banyak orang yang menjelaskan pluralisme namun sebatas dalam bentuk kata-kata saja…

Dan, saya sangat kagum dengan (Alm) Gus Dur…Beliau-lah seorang Pluralis yang real dalam segala perbuatan nyata dan pemikirannya….

Dan, dalam kehidupan nyata, simple, pertengkaran itu awalnya hanya disebabkan oleh sikap yang merasa sudah yang paling tahu dan yang paling benar…tanpa mau menyempatkan sejenak mendengar dengan lebih jelas dengan menggunakan hati…bukan hanya pakai telinga…kenapa seseorang itu bisa berbeda pemikiran dengan kita…pastilah ada alasannya…

Banyak orang yang ingin didengar, bahkan sampai bersuara keras hanya untuk bisa didengar, meski saat disimak-simak baik apa yang dikatakan itu, hanyalah sebuah tong kosong yang nyaring bunyinya…

So, bisakah kita menerima dan berdamai semua perbedaan?

Setiap individu punya keunikan masing-masing yang terbawa sejak dalam kandungan. Dan, perjalanan hidup dan lingkungan dimana kita tumbuh lah yang memberi warna diri ini. Perjalanan hidup dan lingkungan masing-masing individu pun berbeda-beda.

” You don’t have to win every argument. Agree to disagree”

 
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Tio

Just wanna share my experience

%d bloggers like this: