RSS

Ramadhan Kedua

04 Aug

source: Istimewa

Ini adalah Ramadhan kedua untuk saya. Lumayan banget menguji kesabaran demi meraih pahala di bulan suci ini. Kesabaran berupa menahan rasa lapar dan haus yang berefek pada kesabaran menahan emosi.

Bayangkan saja, hampir 20 jam saya berusaha untuk tidak minum dan makan. Mengapa? Karena posisi geografis Swedia memungkinkan jangka waktu berpuasa sedemikian lamanya, terutama pada musim panas. Negara ini berada di Utaranya Eropa yang hampir dekat
dengan kutub Utara bumi.

Saya berusaha menjalankan semampu dan sebaiknya tanpa mengeluh. Biarpun ada yang mengatakan–terutama para ahli agama Islam–jika jangka waktu puasa lebih dari 20 jam, seorang muslim/muslimah boleh mengikuti jangka waktu puasa di negara-negara Islam terdekat Swedia. Contoh: Turki.

Jika saya mengeluh, malulah hati ini. Mengapa? Karena saya seorang muslim yang akan diuntungkan pada saat berpuasa Ramadhan yang hadir pada musim dingin nanti. Jangka waktunya sangat pendek antara Subuh dan Magrib. Suasana gelap lebih cepat datang pada musim dingin.

Namun, kesabaran yang sesungguhnya diuji adalah berpuasa di lingkungan yang mayoritas tidak berpuasa seperti di Indonesia. Dulu, saat masih di Tanah Air tidak terasa lamanya karena sekeliling juga berpuasa. Termasuk pertokoan dan restoran yang berusaha menghormati orang yang sedang berpuasa.

Mudah-mudah sulit menjelaskan kawan yang mengetahui saya berpuasa, tidak makan-minum selama 20 jam. Mereka bertanya mengapa harus selama itu sekalipun mereka tahu puasa Ramadhan adalah salah satu kewajiban seorang Muslim. Banyak penjelasan yang saya berikan kepada mereka yang kuat aspek logikanya. Terutama manfaat puasa bagi efek kesehatan tubuh, khususnya organ pencernaan daripada penjelasan aspek religi. Penjelasan ini menurut saya lebih mengena ke benak mereka karena mereka concern pada kesehatan saya jika tidak makan dan minum selama 20 jam. Dan, saya pun menambahkan dengan penjelasan setting our mind to feel not hungry or thirsty dengan membayangkan banyak orang miskin yang tidak makan dan minum. Mereka pun menerima penjelasan tersebut. Sayapun menemukan arti toleransi keberagaman agama yang sebenarnya di sini.

Kawan-kawan yang non muslim bahkan ada yang tidak percaya Tuhan selalu menyemangati saya untuk sabar menjalankan ibadah puasa. Mereka sering risih jika makan siang atau sesuatu berupa cemilan di depan saya. Mereka selalu bilang ‘maaf ya, kita makan siang tanpa kamu’ demi menjaga hati saya dan menghapus rasa bersalah mereka yang tidak enak hati lunch tanpa saya.

Dan, cara mereka menghormati saya yang berpuasa seringkali dengan membelikan saya kue-kue yang mereka bilang buat teman berbuka puasa nanti.

Mereka berambut pirang dan mata biru, tetapi mereka tidaklah selalu ‘sedingin’ yang banyak orang bilang tentang orang Swedia atau asing. Saya menemukan kedamaian di dalam lingkungan yang sangat beragam.

Sedihnya, yang mengacaukan kedamaian itu banyak dilakukan oleh orang-orang yang seagama yang selalu mengedepankan bahwa pemahaman agama Islam dia lebih baik daripada yang lain. Seperti yang sekarang marak terjadi di Tanah Air dengan banyaknya kelompok organisasi masyarakat yang membawa-bawa Islam saat melakukan sweeping dan berteriak-teriak memaksa Non Muslim untuk menghormati orang yang berpuasa.

Saya seorang muslimah yang masih terus belajar untuk menjadi muslimah yang benar setiap harinya. Saya tidak membenarkan sikap orang muslim yang berteriak-teriak meminta orang non muslim untuk menghormati puasanya. Karena sesungguhnya berpuasa itu hanya mencari kehormatan Allah swt, bukan manusia, baik muslim atau non muslim.

Sweeping dengan cara kekerasan tidak akan pernah bisa meruntuhkan kebatilan yang hadir sejak bumi ini diciptakan sampai akhir kiamat. Justru peran orang-orang yang paham agama sangat dibutuhkan untuk meluruskan kesesatan. Itupun tidak akan sempurna dalam meluruskannya. Karena semuanya kembali pada individu masing-masing dalam memilih jalan hidupnya.

Sesungguhnya, kehidupan surga dan neraka itu tidak hanya ada di akhirat. Tetapi sejak ada di dunia ini.

Happy Ramadhan 1433H🙂

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Tio

Just wanna share my experience

%d bloggers like this: