RSS

Saya, Wanita Tua dan Merapi

04 Jan

source : Istimewa (Google)

 

 

Kawans…

Sebuah percakapan nyata antara reporter dg wanita tua di lokasi pengungsian sebuah stadion olahraga di Yogyakarta…

Semua dialog campuran dlm bahasa Jawa n Indonesia krn sang reporter tdk terlalu menguasai bahasa Jawa dg fasih, tetapi sedikit paham…

Reporter : Mbah, mau kemana? (Wanita tua itu dipanggilnya si mbah, red)

Si mbah menghentikan langkahnya n meletakan gendongan di punggungnya di tanah n menjawab pertanyaan sang reporter..

Si mbah : saya mau ke tempat pengungsian

Reporter : Memang mbah asalnya mana? Mbah mau nyari saudara mbah? Bisa saya bantu? (Sang reporter berasumsi si mbah adlh pengungsi, red).

Si mbah : Mboten. Saya bukan pengungsi. Saya tinggalnya di Wonosari. (Wonosari cukup jauh dr Merapi n daerah perbukitan)

Reporter : Lah, trus mbah mau ngapain? Ini jalan kaki mbah ke sini? Wonosari kan jauh, mbah?

Si mbah : Saya naik macem-macem. Dan, sekarang jalan kaki sampai di dekat Yogya.

Reporter : waduh, mbah hebat. Trus, isi gendongan ini opo mbah? (Reporter melirik isi gendongan bakul si mbah)

Dan, si mbah memperlihatkan isi gendongannya sambil bilang begini ,

Si mbah : Ini ada sayur mayur, bumbu pecel, gendar (kerupuk khas Jawa yg enak buat makan pecel, red) dan sedikit beras. Saya mau kasih ke dapur umum, Jeng!

Saya dikasih tahu ma bp supir bis, kalo saya mau nolong ke dapur umum, mending ke Yogya saja.

Duh Jeng, mesake….cuma ini yg saya bisa lakukan. Abis saya diam aja di rumah, bosen. Udah gitu saya habis panen kebun. Biarpun sedikit, smoga bermanfaat ya, Jeng. Kan, bisa nambah-nambah lauk pauk di pengungsian.

Jeng, mpun dahar? Saya punya nasi sedikit. Jeng iku wartawan ya?

Sang Reporter terdiam seribu. So amaze dg spirit si mbah yg ingin membantu.

Gilee…tampilan si mbah..ya mbah-mbah…usia 70 tahun..polos..n sehat…usia lanjut tdk menghalangi smangatnya utk membantu sesama

Reporter : Mbah memang tidak punya keluarga? Kok membiarkan mbah jalan n pergi jauh?

Si mbah : saya sudah sendirian. Suami sudah tidak ada. Anak dan cucu jauh dr saya. Mereka di Sulawesi. Daripada diam di rumah saja, mending saya berbuat sesuatu.

(Yogyakarta, 05-11-2010)

 

 
Leave a comment

Posted by on 2012/01/04 in Cerita Saya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Tio

Just wanna share my experience

%d bloggers like this: