RSS

Renunganku di Hanoi, Vietnam (6 April 2010) — Mumpung Masih Suasana Tahun Baru :)

04 Jan

source : Istimewa (artofden.blogspot.com)

Memang, saya suka berkata pada diri sendiri, sudah kukembalikan semua ujian yang  pernah atau sedang ada ini pada-NYA. Tapi, saya ternyata cuma manusia biasa yang sangat sadar kalau apa kata hati dan bibir itu masih tidak suka sinkron. Kadang, bibir berkata, oke setiap ujian kukembalikan pada Allah. Belajar untuk ikhlas dan pasrah. Namun, hati masih suka tidak tenang yang ujung-ujungnya berdampak pada fisik. Flu dan sakit kepala mulai deh menghampiri.

Sholat? Pastilah. Alhamdulillah, sholat masih menjadi sarana utama dan wajibku untuk bercaka-cakap pada-NYA. Sehabis sholat, mulai tenang. Namun, hayooo…apa iya dari semua sholat-sholat yang sudah kulakukan, berapa persen sih yang sesungguhnya bisa membuatku tenang? Ternyata, saya masih banyak harus memperbaiki kualitas sholat saya. Kuantitas? Sejauh ini, alhamdulillah terus membaik. Namun, kualitas itu lah yang masih buruk karena saya masih banyak hidden agenda saat menghadap-NYA sehingga fokus dan konsentrasiku buyar akibat hidden agenda itu. Ya, hidden agenda itu yang paling jelas adalah ingin mendapatkan pahala.

Padahal, setelah saya renungkan dalam-dalam, sebenarnya, Allah Swt itu tidak akan pernah merasa sedih atau kecewa kalau makhluk ciptaannya—manusia—itu mau sholat atau tidak kepada-NYA. DIA pun tidak merasa sedikit pun rugi kalau ada satu manusia tidak menyembah pada-NYA. Mengapa? Karena DIA lah sang Maha Kuasa…Maha Pencipta Segala-galanya. Hartanya pun diambil sedikit atau banyak, DIA tidak akan merasa kekurangan. So, lalu apa sih yang diinginkan Allah dari manusia yang taat beribadah pada-NYA?

Ternyata, menurut saya, apa yang diinginkan oleh Allah itu seperti yang diinginkan oleh manusia pada umumnya, termasuk saya. Yaitu, belajar merasakan rasa Syukur dan Berupaya. Sholat dan doa adalah salah satu bentuk ucap rasa syukur pada-NYA. Dan, proses mendapatkan sesuatu.

Mengapa? Karena, Allah itu sudah menyiapkan dan mencukupkan segala yang dibutuhkan setiap insan manusia ciptaannya. Dalam firman-firmannya di Al Quran pun, DIA mengatakan demikian. Logika dan hatiku berkata. Iya juga ya, saya mau sholat atau tidak pun, doa atau tidak, kan rezeki, jodoh, ujian, dan maut untuk saya sudah disiapkan-NYA. Bentuknya seperti apa, tentu masih cuma Allah yang tahu.

Nah, tanpa sholat dan doa sambil nangis kencang pun, setiap ujian yang datang pada kita, Allah itu sudah berjanji dalam Al Quran AKU tidak akan KU berikan ujian melebihi kemampuanmu. Percayalah pada-KU. AKU hanya minta kesabaran kalian untuk menghadapinya. Karena kesabaran itulah yang akan KU lihat apakah kamu berbeda atau tidak dibandingkan insanku yang lain. Karena AKU menyukai orang-orang yang bersabar. Seperti itulah intisariku dalam memahami isi Al Quran dari semua surat yang menjelaskan tentang manusia, ujian, dan kesabaran.

Memaknai kesimpulanku sendiri dari apa yang dipaparkan Al Quran, ditambah berbagai diskusi rohani dengan ustad dan ustadzah, sampai berbagai macam buku baik fiksi maupun non fiksi terutama tentang kehidupan, jadi, mulai hari ini, detik ini, saya bertekat pada diri ini, Betapa Meruginya Saya Jika Saya Tidak Bisa Percaya Pada Kemampuan Diri Sendiri Kalau Saya Bisa Bangkit Dari Semua Ujian Yang Pernah Dan Akan Datang Dalam Hidup Ini Sesungguhnya. Bahkan, sangat malu. Mengapa? Karena Allah sang Penciptaku dengan Maha Kasih Sayang nya itu sangat percaya dan yakin kalau Saya Bisa Melewati Semuanya. Bahasa singkatnya, DIA saja percaya ma gue, masa gue ga percaya ma DIA. Maksudnya percaya itu, berpikir positiflah pada NYA karena DIA punya rencana yang terbaik untuk saya dan rencana itu tidak akan merugikan saya. Berbaik sangkalah pada-NYA.

Jadi, kalau pun saya masih suka pusing dan flu, atau tidak tenang, padahal sholat sudah, curhat sudah, itu karena dibalik seluruh ibadah saya itu masih banyak pamrih dan riyanya. Bahkan, bisa jadi, saya masih suka ‘berburuk sangka’ pada NYA dengan banyak bertanya Kenapa sih begini, Tuhan? Kenapa begitu sih, Tuhan? Bla…bla..bla…padahal saat saya bertanya itu…bisikan setan mulai merasuki pikiran yang akhirnya membuat saya berburuk sangka.

Saya yakin, Allah pasti sedih dengan sikap dan sangkaan buruk saya itu. Ya, kaya kita saja dalam kehidupan sehari-hari. Betapa sedih dan menjengkelkan kalau saya percaya pada kemampuan sahabat, namun sahabat kita itu meragukannya. Bisa jadi, saya pun pernah melakukannya. Padahal, betapa berartinya kalau ada pihak yang PERCAYA atau BELIEVE pada kemampuan dan potensi kita. Mendengar kalimat I belive on you, Tutut. Duh…artinya kita berusaha mewujudkan dan menjaga kepercayaan itu kan dengan berbagai motivasi, tapi motivasi utama adalah menghargai pihak-pihak yang sudah percaya pada kita dengan setidaknya ucapan terima kasih.

So, malu lagee kalo kita mudah patah? Malu lageee ma Allah. DIA saja percaya pada kemampuan kita. Maka, banyak-banyak lah berterima kasih saat senang dan sedih melalui sholat dan doa. Jujur, saya suka lebih rajin sholat dan doa kalau sedang ada masalah saja atau lagi ada maunya. Now, saatnya mengubah semua itu. Sholat itu kewajiban saya sebagai orang muslim. Kalau namanya kewajiban dan patut dilaksanakan, ya laksanakan tanpa ada pertanyaan lagi. Namanya juga perintah Sang JENDERAL. Karena saya hanyalah prajurit, maka saya harus patuh pada perintah-NYA. Patuh tanpa iming-iming supaya JENDERAL lebih sayang atau apapun. Karena tanpa diminta pun, JENDERAL akan memberikan lebih perhatian pada orang yang patuh pada-NYA.

Belajar berterima kasih pada NYA tanpa ada hidden agenda karena ALLAH juga kaya orangtua kita dan bos, kalau ada anak dan anak buahnya yang rajin, perhatian-NYA juga akan dicurahkan lebih tanpa mengurangi apa yang sudah diberikan-NYA. Tentu, yang terbaik akan mendapatkan yang terbaik karena DIA menghargai upaya-upaya makhluknya yang selalu bertekad dan berupaya mewujudkan hidupnya agar selalu lebih baik setiap detiknya.

I am so blessed

 
Leave a comment

Posted by on 2012/01/04 in Cerita Saya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Tio

Just wanna share my experience

%d bloggers like this: