RSS

What is the Name?

08 Nov

 

Jag heter Tutut Handayani. The Javanese name from my beloved father.

Part of the philosophy : ING NGARSA SUNG TULADHA, ING MADYA MANGUN KARSA, TUT WURI HANDAYANI…

Ing ngarsa sung tuladha artinya didepan memberi contoh atau tauladan

Ing madya mangun karsa artinya ditengah memberi semangat, dan

Tut wuri andayani artinya memberi dorongan dari belakang

I love it🙂

Itulah mengapa saya cinta dengan tema-tema pendidikan, leadership, empowering, human resources, character building, supporting, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan jiwa dan kepribadian setiap individu. Dan, percaya setiap individu punya keunikan masing-masing.

Namun, bisa jadi kenapa ayahku hanya mengambil kata Tut Wuri Handayani saja dan dijadikanTutut Handayani, artinya ayah saya juga berharap saya juga harus berani tampil menunjukkan perfoma terbaik semampu saya, jangan hanya menjadi seseorang yang menjadi pendorong saja🙂

Sisi lain dari filsafat nama saya, menjadikan saya seseorang yang Non-Competitive Person. Tidak terlalu suka persaingan yang penuh dengan keambiusan dan agresivitas. Bahkan, sampai dengan saling menjatuhkan lawan.

Tetapi, bukan berarti saya tidak berjuang untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita saya.

Saya juga suka terjemahan kata Tutut dalam bahasa Sunda. Saya adalah produk anak yang lahir dari perpaduan 2 suku bangsa Indonesia, yakni Jawa dan Sunda. Ayah berasal dari Jawa Tengah (Solo) yang besar di Blitar (Jawa Timur). Ibu berasal dari Cirebon–perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Biarpun Cirebon tempat kelahirannya, namun leluhur saya berasal dari Sunda yang sangat halus tata bahasanya, asal daerah dari Kerajaan Sunda yang bernama Galuh. (cerita dari eyang saya, red)

Kata Tutut dalam bahasa Sunda itu sama dengan Keong kecil atau Snail (in English) atau Snigel(in Swedish).

Inilah mengapa saya suka sekali dengan sosok Keong. Suka sedih kalau ada orang yang membunuh keong karena dianggap hama. Padahal, keong suka dimakan oleh sebagian orang pedesaan di Tanah Sunda karena mengandung protein yang tinggi. Bahkan, keong menjadi makanan mahal dan mewah di Perancis.

Bagi saya, keong biarpun terkenal sekali dengan hewan yang sangat lamban–bahkan sangat-sangat lamban–kalau berjalan dan suka meninggalkan jejak langkahnya berupa sedikit lendir yang bagi sebagian orang (mungkin) jijik saat memegangnya, namun saya menyikapi hewan ini erat dengan filosofi hidup saya, yakni: Slow But Sure! atau Perlahan tapi pasti :) 

Tentu, ukuran Perlahan-nya itu ada standar percepatannya juga, bukan berarti malas-malasan. Bagi saya, setiap langkah kaki saya itu punya cerita dan melangkah dengan pasti untuk mencapai setiap tujuan hidup. Setiap langkah itu harus dipenuhi dengan kecermatan dan kedetilan. Tidak grasa-grusu. Setiap langkah itu pasti ada jejaknya. Dan, saya tidak malu dan tidak takut untuk menjadi berbeda. Sekalipun, pernah atau sedang disepelekan orang, saya tidak takut dan tidak peduli karena saya tetap fokus dengan arah perjalanan saya itu.

Bener juga sih! Jadinya saya percaya nama itu juga menggambarkan kepribadian seseorang dan sekaligus doa serta harapan orang tua yang memberi nama anaknya sekalipun William Shakespeaer berkata : Apalah Arti sebuah Nama?

Have a great day🙂

 
Leave a comment

Posted by on 2011/11/08 in Cerita Saya

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Tio

Just wanna share my experience

%d bloggers like this: