RSS

Kesunyian Pagi

13 Jul

Hari ini, puncaknya saya flu pilek. Duh..kepala cenat-cenut tidak keruan rasanya. Hidung mampet karena sekresi yang berada di dalam rongga hidung belum mencair sempurna. Apalagi saya punya riwayat sinusitis. Wah..alamat sakit kepala seharian nih. Hayooo..hayoo…semangat…sembuh..sembuh..#cara saya untuk self healing dengan menanamkan semangat positif di benak dan hati. Dan, umumnya manjur alias mujarab.

Pagi-pagi setelah melepas keberangkatan suami bekerja, ditemani segelas teh jahe hangat, saya duduk-duduk di teras rumah. Tepatnya di atas pagar rumah yang terbuat dari dinding batu yang tingginya hanya setengah paha. Berusaha menghirup dalam-dalam bau udara pagi yang agak sulit dilakukan karena hidung yang tersumbat ini. Saya sangat menyukai ‘bau pagi’. Segar! Diam sejenak dan menikmati apa adanya suasana pagi hari tersebut.

Saat asyik menikmati ‘kesunyian’ pagi, ibu jari kaki saya tampaknya sedang dicium oleh sesuatu. Mata pun melirik ke bawah! Ternyata seekor kelinci liar yang berukuran agak besar dengan warna kecoklatan seperti batu. Huaaa…dia pikir ibu jariku wortel kali ya???😀 Dia asyik saja mengendus-endus ibu jari kaki ini sampai membuat saya tidak berani bergerak. Saya takut dia kaget dan menginjaknya. Saya biarkan beberapa lama sambil menatapnya tidak henti. Masya Allah….Allahuakbar…Maha Besar Allah telah menciptakan makhluk selucu ini.

Ya! Hewan pun sibuk ingin menikmati hangatnya matahari. Terlebih di suatu daerah yang memiliki 4 musim. Musim panas, saatnya menikmati sinar matahari sebanyak-banyaknya setelah 8 bulan yang suasananya cenderung suram, gelap, dan dingin. Kebayang ya..dimana mereka bersembunyi saat musim dingin? Manusia saja kadang tidak tahan dengan suhu dingin yang ekstrim apalagi hewan.

Burung-burung camar beterbangan–mengingat Swedia banyak berdekatan dengan laut. Berjemur memanjakan tubuhnya. Burung-burung kecil pun turut beterbangan. Kelinci dan rubah kecil mencari makanan. Moose atau rusa khas Swedia juga berlompatan indahnya. Tidak heran, jika di jalan raya ke arah luar kota Stockholm dipasangi rambu lalu lintas bergambar moose yang meloncat. Artinya, supaya pengendara mobil berhati-hati karena bisa tiba-tiba ada ‘kijang’ menyebrang. Kasihan kan kalau tertabrak!😦

ah…what a wonderful my morning. Benar kata suami saya. Kepindahan saya ke sini, memperbaiki kualitas hidup pribadi, setidaknya mengurangi rasa stress karena macet di Jakarta–sekalipun saya tetap mencintai Jakarta, ibu kota negara Indonesia. Dan, saatnya mencuci paru-paru dengan udara yang segar🙂

 
Leave a comment

Posted by on 2011/07/13 in My Personal Life

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Tio

Just wanna share my experience

%d bloggers like this: