RSS

Senin Pertama di Swedia :)

11 Jul

2011-07-11 –Hmm..sekarang hari Senin pertama saya di Swedia. Suami sudah berangkat kerja. Eits…dia menyebutnya bukan berangkat kerja, tapi sekolah. Istilah kerja, dia ganti dengan sekolah. Dan, dari jendela rumah, saya melihat para tetangga rumah bergegas berangkat ke tempat kerja masing-masing. Langkahnya terkesan buru-buru seakan-akan takut terlambat atau tertinggal kendaraan umum, mulai dari Tunnelbanna (kereta bawah tanah) dan bis yang dijamin sekali ketepatan waktunya. Mereka berkejaran dengan waktu. Mengapa? Karena, telat 1 menit saja sampai halte bis atau stasiun tunnelbanna, bakal ‘cukup lama’ lagi menunggu kereta api dan bis berikutnya. Bisa-bisa 10-15 menit. Lumayan kan? Di sini kan budayanya on time. 1 menit bahkan 1 detik itu sangat berharga.

Sementara saya yang masih kuat Melayunya, kadang masih berpikir..ya..kalau tidak berhasil mendapatkan bis dan tunnelbanna yang sudah dijadwalkan…ya..tunggu saja lagi…eits…bukan karena saya tidak bekerja kantoran sehingga tidak khawatir kalau terlambat masuk kerja…tapi saya lebih baik menunggu sambil mengamati polah orang-orang yang sudah terbiasa ‘berlari’ menuruni tangga jalan yang kemiringannya hampir 45 derajat mengingat letak stasiun kereta bawah tanah itu di ‘dalam gua’ tanah. Saya mengamati bagaimana kaki mereka menjejakan undakan tangga tersebut, sikap berdiri, dan tangan. Mengapa? Karena saya tidak mau terpeleset dan jatuh mengglundung. Tidak seru kan?? Begitupula saat naik bis. Saya mengamati orang-orang yang berlari atau berjalan bergegas menuju halte bis supaya tidak terpeleset. Kebayang kan kalau musim dingin nanti. Permukaan jalan bisa kaya arena ice skating. Sungguh tidak lucu jika setiap pagi nanti atau kapanpun akan ada pertunjukan ‘ice skating’ dari saya hehehe…

Ya…seperti itulah cara saya belajar untuk menjalani kehidupan lokal di Swedia. Dengan mengamati lebih baik dan berendah hati mau belajar dari orang sekitar, saya yakin dapat beradaptasi dengan semuanya. Tentu butuh waktu.

Memang sih, saya pernah ke luar negeri. Saya bersyukur mendapatkan banyak kesempatan ke luar negeri dalam rangka tugas kewartawanan, sekolah, atau liburan. Namun, perjalanan ke luar negeri kali ini berbeda, karena saya menetap untuk jangka waktu yang sangat lama. Bukan hanya seminggu, 2 minggu, sebulan, atau 1-2 tahun.

 
Leave a comment

Posted by on 2011/07/11 in My Personal Life

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Cha in Hate 'n Love

Because life is about hate and love

Tio

Just wanna share my experience

%d bloggers like this: